Tim Pendamping Kecamatan Tebas
Periode 2025 - sekarang
Tim Pendamping Kecamatan Tebas
Periode 2018 - 2022
Tim Pendamping Kecamatan Tebas
Periode 2016 - 2018
Kamis, 02 Juli 2026
Data Berkualitas, Intervensi Tepat Sasaran: Konvergensi Desa Menjadi Kunci Percepatan Penurunan Stunting di Kecamatan Tebas
Cerita Pendamping Desa Matang Labong: Tuntaskan Verifikasi eHDW, Wujudkan Data Akurat untuk Percepatan Penurunan Stunting
- Data valid sebagai dasar perencanaan pembangunan desa.
- Layanan tepat sasaran bagi ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko stunting.
- Desa sehat bebas stunting melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Rabu, 01 Juli 2026
Rembuk Stunting Kecamatan Tebas Tahun 2026 Rampung Seluruh Desa Terverifikasi
--------------------------------
Jumat, 05 Juni 2026
Unit Ketahanan Pangan BUMDes Maju Bersama Desa Sejiram Berikan Manfaat Nyata bagi Desa dan Peternak
Editor: Risko Syakirin (Koordinator TPP Kecamatan Tebas)
Tebas - Desa Sejiram kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan desa melalui pengelolaan Unit Ketahanan Pangan yang dijalankan oleh BUMDes Maju Bersama. Program penggemukan dan pemeliharaan sapi yang dilaksanakan sepanjang tahun 2026 ini tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi bagi peternak, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan BUMDes sebagai salah satu pilar penggerak ekonomi desa.
Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan tiga peternak mitra, yaitu Pak Darni, Pak Pardi, dan Pak Ogah, dengan total pemeliharaan sebanyak 7 ekor sapi. Melalui pola kerja sama yang mengedepankan prinsip transparansi, amanah, dan kebermanfaatan bersama, seluruh proses usaha peternakan dikelola secara profesional untuk menghasilkan keuntungan yang optimal.
Berdasarkan laporan usaha yang dipublikasikan, total modal yang digelontorkan mencapai Rp146.000.000 dengan biaya pakan sebesar Rp11.063.800. Dari hasil penjualan ternak, diperoleh nilai penjualan sebesar Rp205.500.000 sehingga menghasilkan laba usaha sebesar Rp48.436.200.
Keuntungan tersebut kemudian dibagikan sesuai kesepakatan kemitraan, yaitu 30 persen untuk BUMDes dan 70 persen untuk peternak. Dari total laba yang diperoleh, BUMDes Maju Bersama menerima bagian sebesar Rp14.530.860, sedangkan peternak memperoleh bagian sebesar Rp33.905.340.
Secara rinci, Pak Darni yang mengelola 3 ekor sapi berhasil mencatat laba sebesar Rp20.923.200. Dari jumlah tersebut, BUMDes memperoleh Rp6.276.960 dan peternak menerima Rp14.646.240. Sementara itu, Pak Pardi yang juga memelihara 3 ekor sapi memperoleh laba sebesar Rp19.013.000, dengan pembagian Rp5.703.900 untuk BUMDes dan Rp13.309.100 untuk peternak. Adapun Pak Ogah yang memelihara 1 ekor sapi menghasilkan laba sebesar Rp8.500.000, dengan pembagian Rp2.550.000 untuk BUMDes dan Rp5.950.000 untuk peternak.
Keberhasilan program ini menjadi bukti bahwa pengelolaan unit usaha ketahanan pangan yang dikelola BUMDes mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat desa. Selain meningkatkan pendapatan peternak, keuntungan yang diterima BUMDes juga dapat dimanfaatkan kembali untuk pengembangan usaha produktif lainnya yang mendukung kesejahteraan masyarakat Desa Sejiram.
Melalui semangat kebersamaan dan pengelolaan yang akuntabel, Unit Ketahanan Pangan BUMDes Maju Bersama diharapkan terus berkembang dan menjadi contoh praktik ekonomi desa yang berkelanjutan, mandiri, serta mampu mendukung ketahanan pangan dan kemakmuran masyarakat desa.
#BUMDesMajuBersama #DesaSejiram #KetahananPanganDesa #BUMDesProduktif #EkonomiDesa #KecamatanTebas #KetahananPanganNasional







