Tim Pendamping Kecamatan Tebas

Periode 2025 - sekarang

Tim Pendamping Kecamatan Tebas

Periode 2018 - 2022

Tim Pendamping Kecamatan Tebas

Periode 2016 - 2018

Rabu, 01 Juli 2026

Rembuk Stunting Kecamatan Tebas Tahun 2026 Rampung Seluruh Desa Terverifikasi


Tebas, 1 Juli 2026 – Pelaksanaan kegiatan Rembuk Stunting di Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, menunjukkan capaian yang positif. Berdasarkan data pada aplikasi eHDW Monitoring Tahun 2026, seluruh desa yang telah melaksanakan kegiatan tercatat berstatus terverifikasi, menandakan proses pelaksanaan dan pelaporan berjalan sesuai ketentuan.
Dari data yang tersedia, sedikitnya 23 desa telah menyelenggarakan Rembuk Stunting sepanjang Juni 2026. Kegiatan ini merupakan forum strategis untuk menyusun komitmen bersama dalam upaya percepatan penurunan angka stunting melalui sinergi pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, serta berbagai unsur masyarakat.
Total peserta yang mengikuti kegiatan mencapai 1.069 orang, terdiri dari 773 peserta laki-laki dan 296 peserta perempuan. Rata-rata kehadiran peserta di setiap desa mencapai sekitar 46 orang, mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam mendukung program percepatan penurunan stunting.

Beberapa desa mencatat tingkat partisipasi yang cukup tinggi, di antaranya Desa Tebas Sungai dengan 68 peserta, Desa Pangkalan Kongsi sebanyak 64 peserta, serta Desa Batu Makjage dengan 61 peserta. Tingginya jumlah peserta menunjukkan kuatnya komitmen pemerintah desa dan masyarakat dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.
Meski demikian, evaluasi juga menunjukkan bahwa komposisi peserta masih didominasi oleh laki-laki, yaitu sekitar 72 persen, sedangkan perempuan sekitar 28 persen. Kondisi ini menjadi perhatian mengingat isu stunting sangat berkaitan dengan kesehatan ibu, balita, dan keluarga sehingga keterlibatan perempuan dalam forum perencanaan diharapkan dapat terus ditingkatkan.
Pelaksanaan Rembuk Stunting berlangsung sepanjang 10 hingga 30 Juni 2026, dengan sebagian besar desa melaksanakan kegiatan pada pekan ketiga dan keempat bulan Juni. Seluruh kegiatan telah terdokumentasi melalui sistem eHDW Monitoring sehingga memudahkan proses pemantauan dan evaluasi oleh pemerintah daerah.

Capaian ini menjadi indikator bahwa koordinasi lintas sektor dalam upaya penanganan stunting di Kecamatan Tebas semakin baik. Melalui Rembuk Stunting, pemerintah desa diharapkan mampu menyusun program prioritas yang lebih tepat sasaran, mulai dari peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, perbaikan gizi, sanitasi, hingga edukasi keluarga.
Pemerintah Kecamatan Tebas berharap hasil Rembuk Stunting Tahun 2026 tidak berhenti pada tahap perencanaan semata, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui pelaksanaan program yang terintegrasi dalam perencanaan pembangunan desa. Dengan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, target percepatan penurunan prevalensi stunting di Kecamatan Tebas diharapkan dapat tercapai secara optimal dan berkelanjutan.

Oleh : Syafiudin TPP Kec Tebas Kerja Berdampak

  -------------------------------- 
- Unit Kompetensi:
- Dokumentasi:

Jumat, 05 Juni 2026

Unit Ketahanan Pangan BUMDes Maju Bersama Desa Sejiram Berikan Manfaat Nyata bagi Desa dan Peternak

Tebas - Desa Sejiram kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan desa melalui pengelolaan Unit Ketahanan Pangan yang dijalankan oleh BUMDes Maju Bersama. Program penggemukan dan pemeliharaan sapi yang dilaksanakan sepanjang tahun 2026 ini tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi bagi peternak, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan BUMDes sebagai salah satu pilar penggerak ekonomi desa.

Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan tiga peternak mitra, yaitu Pak Darni, Pak Pardi, dan Pak Ogah, dengan total pemeliharaan sebanyak 7 ekor sapi. Melalui pola kerja sama yang mengedepankan prinsip transparansi, amanah, dan kebermanfaatan bersama, seluruh proses usaha peternakan dikelola secara profesional untuk menghasilkan keuntungan yang optimal.

Berdasarkan laporan usaha yang dipublikasikan, total modal yang digelontorkan mencapai Rp146.000.000 dengan biaya pakan sebesar Rp11.063.800. Dari hasil penjualan ternak, diperoleh nilai penjualan sebesar Rp205.500.000 sehingga menghasilkan laba usaha sebesar Rp48.436.200.

Keuntungan tersebut kemudian dibagikan sesuai kesepakatan kemitraan, yaitu 30 persen untuk BUMDes dan 70 persen untuk peternak. Dari total laba yang diperoleh, BUMDes Maju Bersama menerima bagian sebesar Rp14.530.860, sedangkan peternak memperoleh bagian sebesar Rp33.905.340.

Secara rinci, Pak Darni yang mengelola 3 ekor sapi berhasil mencatat laba sebesar Rp20.923.200. Dari jumlah tersebut, BUMDes memperoleh Rp6.276.960 dan peternak menerima Rp14.646.240. Sementara itu, Pak Pardi yang juga memelihara 3 ekor sapi memperoleh laba sebesar Rp19.013.000, dengan pembagian Rp5.703.900 untuk BUMDes dan Rp13.309.100 untuk peternak. Adapun Pak Ogah yang memelihara 1 ekor sapi menghasilkan laba sebesar Rp8.500.000, dengan pembagian Rp2.550.000 untuk BUMDes dan Rp5.950.000 untuk peternak.

Keberhasilan program ini menjadi bukti bahwa pengelolaan unit usaha ketahanan pangan yang dikelola BUMDes mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat desa. Selain meningkatkan pendapatan peternak, keuntungan yang diterima BUMDes juga dapat dimanfaatkan kembali untuk pengembangan usaha produktif lainnya yang mendukung kesejahteraan masyarakat Desa Sejiram.

Melalui semangat kebersamaan dan pengelolaan yang akuntabel, Unit Ketahanan Pangan BUMDes Maju Bersama diharapkan terus berkembang dan menjadi contoh praktik ekonomi desa yang berkelanjutan, mandiri, serta mampu mendukung ketahanan pangan dan kemakmuran masyarakat desa.

#BUMDesMajuBersama #DesaSejiram #KetahananPanganDesa #BUMDesProduktif #EkonomiDesa #KecamatanTebas #KetahananPanganNasional

-------------------------------- - Unit Kompetensi: - Dokumentasi:

Selasa, 02 Juni 2026

Rekap Progres Musdes LPJ BUMDesa Tahun Anggaran 2025 - Kecamatan Tebas

TPP Kecamatan Tebas

Kabupaten Sambas — Kalimantan Barat

Rekap Progres Musdes LPJ BUMDesa
Tahun Anggaran 2025

Monitoring pelaksanaan Musyawarah Desa Laporan Pertanggungjawaban seluruh BUM Desa

Deadline: 30 Juni 2026

23

Total Desa di Kec. Tebas

14

Sudah Melaksanakan Musdes

9

Belum Melaksanakan Musdes

Tingkat Kepatuhan

Distribusi Status Pelaksanaan

14 sudah, 9 belum.
61%
terlaksana
Sudah Musdes LPJ 14 desa (60,9%)
Belum Musdes LPJ 9 desa (39,1%)

Sisa waktu menuju deadline

Menghitung...

Detail Per Desa

Sabtu, 23 Mei 2026

Gerai Koperasi Merah Putih Desa Segarau Parit Siap Menuju Operasional



Pemerintah Desa Segarau Parit bersama unsur pendamping dan pihak terkait melaksanakan kegiatan pemantauan pembangunan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Desa Segarau Parit, Kecamatan Tebas. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan hasil pembangunan gerai telah selesai sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Pemantauan dilakukan oleh Kasi PMD Kecamatan Tebas, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa Kecamatan Tebas, Ketua KDMP Segarau Parit, serta Babinsa Desa Segarau Parit. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pembangunan gerai KDMP telah selesai 100 persen dan bangunan sudah berdiri dengan baik.

Keberadaan Gerai KDMP ini diharapkan nantinya dapat menjadi sarana pendukung kegiatan ekonomi masyarakat desa serta meningkatkan pelayanan usaha koperasi bagi warga. Meski pembangunan fisik telah selesai, saat ini gerai tersebut masih belum beroperasi dan masih menunggu tahapan lanjutan sebelum resmi difungsikan.

Melalui kegiatan pemantauan ini, seluruh pihak berharap Gerai KDMP Desa Segarau Parit dapat segera beroperasi sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung penguatan ekonomi desa di Kecamatan Tebas.

#TPPKerjaBerdampai #TPPKecamatanTebas


-------------------------------- 
- Unit Kompetensi: Monitoring Pembangunan Desa
- Dokumentasi: Pemantauan Pembangunan Gerai KDMP Desa Segarau Parit