Tim Pendamping Kecamatan Tebas

Periode 2025 - sekarang

Tim Pendamping Kecamatan Tebas

Periode 2018 - 2022

Tim Pendamping Kecamatan Tebas

Periode 2016 - 2018

Senin, 06 Juli 2026

OJT Aplikasi RKP Desa 2027 Perkuat Kualitas Perencanaan Desa di Kecamatan Tebas


Tebas, 6 Juli 2026 – Upaya meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan desa terus diperkuat melalui pelaksanaan On the Job Training (OJT) Aplikasi RKP Desa Tahun 2027 yang digelar di Sekretariat Bersama (Sekber) TPP Kecamatan Tebas, Senin (6/7). Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi para pendamping desa dan pemerintah desa untuk memastikan proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa berjalan lebih efektif, akurat, dan sesuai regulasi.

OJT menghadirkan Risko Syakirin sebagai narasumber dengan peserta terdiri atas Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Tebas, Sekretaris Desa Sejiram, Sekretaris Desa Batu Mak Jage, Bekut, serta Tim Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Sambas.



Dalam sesi pendampingan, peserta tidak hanya mempelajari fitur-fitur aplikasi, tetapi juga melakukan praktik langsung penyusunan data, verifikasi, hingga penyelesaian berbagai kendala teknis yang berpotensi muncul di lapangan. Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat proses penyusunan RKP Desa Tahun 2027 yang menjadi fondasi pembangunan desa yang partisipatif, transparan, dan tepat sasaran.

Sinergi antara pendamping desa, pemerintah desa, dan TAPM menjadi kunci keberhasilan implementasi aplikasi perencanaan desa. Melalui peningkatan kapasitas secara berkelanjutan, desa diharapkan semakin siap menyusun program pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung tata kelola pemerintahan desa yang semakin profesional.

Semangat kolaborasi yang terbangun dalam OJT ini menjadi bukti bahwa pendampingan bukan sekadar menjalankan tugas administratif, melainkan menghadirkan dampak nyata bagi kemajuan desa. Dengan perencanaan yang berkualitas, pembangunan desa di Kecamatan Tebas diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat pada tahun 2027 dan seterusnya.

Penulis: Syafiudin – TPP Kecamatan Tebas
Tagline: Kerja Berdampak

-------------------------------- - Unit Kompetensi: - Dokumentasi:

Minggu, 05 Juli 2026

RKP Desa 2027 Berubah Total! Tak Cukup Musyawarah, Kini Wajib Berbasis Data




Tebas, 5 Juli 2026 – Transformasi penyusunan RKP Desa Tahun 2027 mulai terasa di Kecamatan Tebas. Pendamping Desa Kecamatan Tebas, Risko Syakirin, resmi meluncurkan Aplikasi RKP Desa 2027, sebuah inovasi yang mengubah proses penyusunan RKP Desa menjadi lebih cepat, akurat, dan berbasis data.

Menurut Syafiudin, Pendamping Desa Kecamatan Tebas, penyusunan RKP Desa saat ini tidak lagi cukup hanya mengandalkan hasil musyawarah. Seluruh usulan kegiatan harus didukung dengan data, analisis kebutuhan, serta dokumen perencanaan yang lengkap.

«"RKP Desa 2027 berubah total. Tak cukup hanya bermusyawarah, kini seluruh proses harus berbasis data agar perencanaan desa lebih tepat sasaran, akuntabel, dan berkualitas," ujar Syafiudin.»

Melalui aplikasi ini, Tim Penyusun RKP Desa hanya perlu sekali menginput data kegiatan dan belanja. Selanjutnya, sistem secara otomatis menghasilkan berbagai dokumen penting, antara lain:

- Rencana Anggaran Biaya (RAB) per bidang.
- Proposal setiap kegiatan.
- Lembar Verifikasi Proposal.
- Rancangan RKP Desa.
- Pagu Indikatif.
- Berita Acara (BA) beserta dokumen pendukung lainnya.

Inovasi ini diharapkan mampu mengurangi pekerjaan berulang, meminimalkan kesalahan administrasi, sekaligus mempercepat proses penyusunan dokumen perencanaan desa sesuai ketentuan yang berlaku.

Tutorial Lengkap:




Ditulis oleh:
Syafiudin
TPP Kecamatan Tebas – Kerja Berdampak
-------------------------------- - Unit Kompetensi: - Dokumentasi:

Monitoring eHDW Perkuat Komitmen Percepatan Penurunan Stunting di Desa Serumpun Buluh



Tebas, 3 Juli 2026 – Pemerintah Desa Serumpun Buluh, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, melaksanakan kegiatan Monitoring eHDW (Electronic Human Development Worker) v2.1 di Aula Kantor Desa sebagai upaya meningkatkan kualitas pengelolaan data konvergensi percepatan penurunan stunting. Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa, Sekretaris Desa, KPM, Admin Desa, serta Tim Pendamping Profesional Kecamatan Tebas.
Monitoring menemukan beberapa hal yang perlu segera ditindaklanjuti, di antaranya aktivasi akun KPM, verifikasi data ibu hamil, pembentukan Posyandu Remaja, serta penyempurnaan input sasaran layanan dalam aplikasi eHDW. Skor konvergensi layanan anak usia 0–58 bulan saat ini tercatat sebesar 21,35 persen, yang menjadi dasar penyusunan langkah perbaikan.
Pendamping Desa Kecamatan Tebas, Syafiudin, menegaskan bahwa data yang akurat merupakan kunci keberhasilan perencanaan pembangunan desa. Melalui koordinasi lintas sektor dan evaluasi berkala, seluruh pihak berkomitmen meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat. Monitoring ini diharapkan menjadi penguat sinergi dalam mewujudkan desa yang lebih sehat, berkualitas, dan bebas stunting.

Penulis: Syafiudin | TPP Tebas – Kerja Berdampak
-------------------------------- - Unit Kompetensi: - Dokumentasi:

Kamis, 02 Juli 2026

Data Berkualitas, Intervensi Tepat Sasaran: Konvergensi Desa Menjadi Kunci Percepatan Penurunan Stunting di Kecamatan Tebas


Tebas, 2 Juli 2026 – Upaya percepatan penurunan stunting tidak cukup hanya dengan menjalankan program. Keberhasilan juga ditentukan oleh kualitas data, ketepatan sasaran, dan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Melalui Monitoring eHDW (electronic Human Development Worker) Data Konvergensi Desa Terakhir Triwulan (TW) III Tahun 2026, Kecamatan Tebas terus memperkuat komitmen dalam memastikan setiap desa mampu melaksanakan konvergensi pencegahan stunting secara terukur dan berkelanjutan. eHDW menjadi instrumen digital yang mendukung desa dalam memantau layanan dan konvergensi pencegahan stunting. 

Berdasarkan hasil monitoring per 2 Juli 2026, seluruh 23 desa di Kecamatan Tebas telah melakukan pembaruan data konvergensi. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa 9 desa (39,13%) berada pada kategori Sedang, 5 desa (21,74%) pada kategori Tinggi, 3 desa (13,04%) pada kategori Cukup, dan 6 desa (26,09%) masih berada pada kategori Rendah. Rata-rata nilai konvergensi mencapai 52,48, yang menempatkan Kecamatan Tebas secara umum pada kategori Sedang.

Capaian terbaik diraih oleh Desa Dungun Perapakan dengan nilai 92,50, disusul Desa Tebas Sungai (90,95), Desa Tebas Kuala (90,64), Desa Segarau Parit (82,91), dan Desa Segedong (75,53). Hasil tersebut menunjukkan bahwa penguatan koordinasi lintas sektor, validitas data, serta konsistensi pelaporan mampu menghasilkan capaian konvergensi yang optimal. Desa-desa tersebut diharapkan menjadi contoh praktik baik bagi desa lain dalam memperkuat kualitas pelaksanaan program.

Di sisi lain, masih terdapat enam desa yang berada pada kategori rendah, yaitu Desa Seret Ayon, Maribas, Pusaka, Seberkat, Mensere, dan Serumpun Buluh. Kondisi ini menjadi perhatian bersama agar pembinaan, pendampingan, dan monitoring dapat dilakukan secara lebih intensif. Penguatan kapasitas pemerintah desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader kesehatan, serta Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) desa menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas data dan memastikan seluruh sasaran memperoleh layanan secara optimal.

Monitoring eHDW bukan sekadar kegiatan pelaporan, melainkan bagian dari proses evaluasi yang menjadi dasar pengambilan keputusan. Data yang akurat akan menghasilkan perencanaan yang tepat, sehingga intervensi spesifik maupun sensitif dapat diberikan kepada keluarga sasaran secara efektif. Semangat "Kerja Berdampak" menjadi pengingat bahwa setiap data yang diinput bukan sekadar angka, tetapi representasi dari upaya nyata untuk meningkatkan kualitas hidup ibu, anak, dan keluarga di desa.

Melalui kolaborasi pemerintah desa, pendamping desa, tenaga kesehatan, kader, serta seluruh pemangku kepentingan, diharapkan seluruh desa di Kecamatan Tebas mampu meningkatkan capaian konvergensinya pada triwulan berikutnya. Dengan data yang berkualitas dan komitmen yang kuat, percepatan penurunan stunting bukan hanya menjadi target, tetapi menjadi gerakan bersama menuju desa yang sehat, maju, dan sejahtera.

"Data yang akurat melahirkan kebijakan yang tepat. Kolaborasi yang kuat menghadirkan perubahan yang nyata. Bersama, kita wujudkan Desa Bebas Stunting melalui Kerja Berdampak."

Penulis: Syafiudin
Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Tebas
Kerja Berdampak

-------------------------------- - Unit Kompetensi: - Dokumentasi: